Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

Kirimkan artikel untuk di muat atau klaim artikel anda dengan mengirimkan email ke : post@henlia.com
Mohon Maaf bila anda mengalami kesulitan dalam mengakses website ini, hal ini di karenakan bandwith yang sangat terbatas, jika anda ingin berpartisipasi dalam peningkatan pelayanan website ini silahkan kontak ke post@henlia.com

Sehelai Pita Kuning sebagai Tanda Maaf

Posted by admin On September - 17 - 20141 COMMENT  | 

Reading time: 1 – 2 minutes

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisahnyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecildi White Oak ,, Georgia , Amerika.

Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik,sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya.

Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Diasering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukulianak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kotabesar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, laludia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupanyang baru.

Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru.Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling,drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu.Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang.

Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Iamenulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Read the rest of this entry »

Share/Bookmark

Setelah Kematian

Posted by admin On September - 15 - 2014ADD COMMENTS  | 

Reading time: < 1 minute

Kemana orang akan pergi kalau sudah mati? Ini pertanyaan yang sering ditanyakan. Jawabannya juga sudah banyak diberikan, di mana orang Kristen pada dasarnya mempunyai jawaban: ke Surga atau ke Neraka.

Jawaban serupa juga dimiliki oleh orang muslim, juga orang dari berbagai aliran kepercayaan yang berasal dari Barat. Kalau orang dari Timur biasanya mempunyai jawaban yang berbeda, yang berdasarkan kepercayaan pada inkarnasi dan karma: orang yang mati akan lahir kembali sesuai dengan karmanya. Selain itu ada juga kaum naturalis yang mengatakan bahwa tidak ada apa-apa setelah kematian. Kalau sudah mati, ya sudah. Read the rest of this entry »

BILA IBU BOLEH MEMILIH

Posted by admin On September - 13 - 2014ADD COMMENTS  | 

Reading time: < 1 minute

Anakku,
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Read the rest of this entry »

Mencintai Dalam Keheningan

Posted by momoy On September - 11 - 20141 COMMENT  | 

Reading time: < 1 minute

Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan.
Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan “apa kabar...”
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya.. Read the rest of this entry »

Memasuki Relung Hati Para Pelaku Bisnis

Posted by admin On September - 9 - 2014ADD COMMENTS  | 

Reading time: < 1 minute

(oleh Arbono Lasmahadi)

Muhamad Yunus, seorang Doktor Ekonomi lulusan Amerika Serikat. Pada awalnya dia sangat antusias untuk mengajarkan teori-teori ekonomi yang elegan kepada para mahasiswanya. Belakangan dia merasa bahwa hal-hal yang diajarkannya ternyata hanyalah rekaan semata yang tidak memberikan makna kepada kehidupan manusia. Di sekeliling kampus tempatnya mengajar, dia menemukan banyak orang-rang miskin yang sedang menantikan kematiannya, dan dia menganggap ilmu ekonomi yang ia ajarkan tidak dapat membantu mereka, kaum papa.

Puncak dari perubahan hidupnya terjadi, saat dia bertemu dengan seorang wanita pembuat bangku dari bambu. Setelah berdiskusi panjang dengan pembuat bangku tersebut, dia menemukan bahwa sang wanita itu hanya memperoleh keuntungan 2 penny Dolar Amerika untuk hasil kerja kerasnya dan untuk sebuah bangku bambu yang cantik. Bagaimana mungkin hal ini terjadi?

Read the rest of this entry »

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.