Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2 other subscribers

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Makan saja dulu itu Semua

Posted by momoy On December - 18 - 2010  Email This Post Email This Post    | 

This post has already been read 3680 times!

Setelah melalui perjalan yang berat dan melelahkan karena harus melewati
tiga bukit dan ngarai, sang petani tiba di rumah kyai. Kyai menanyakan
maksud kedatangannya.
Petani: “Saya ingin bertanya, apakah kepiting kali itu halal atau haram?”
Kyai: “Sebelum menjawab itu, saya ingin bertanya terlebih dulu, apakah kamu
punya empang?”
Petani: “Punya, Kyai.”
Kyai: “Apakah di empangmu dipelihara macam-macam ikan, seperti mujair,
tawes, mas, nila, gurami?”
Petani: “Iya , Kyai.”
Kyai: “Apakah kamu juga beternak ayam atau bebek seperti petani di sini?”
Petani: “Iya, Kyai.”
Kyai: “Nah, kalau begitu, makan dulu saja itu semua, janganlah dulu kamu
persoalkan kepiting kali. Bukankah ayam, itik, ikan itupun mungkin tak habis
kamu makan, jangan kau susahkan hidupmu dengan persoalan kepiting kali.”

Smiley…! Angan-angan menjauhkan kita dari hidup yang sekarang. Bukan
persoalan apakah telur atau ayam yang lebih dahulu diciptakan, namun apakah
kita bisa memanfaatkan apa yang ada di tangan kita sekarang. Sebutir telur
yang nyata-nyata berada dalam genggaman jauh lebih berharga ketimbang seekor
ayam di angan-angan.

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Leave a Reply