Reading time: < 1 minute
Ia hanya seorang renta. Tiada keistimewaan fisik padanya. Ia, bahkan, tak memiliki magnet kendati sejak kecil saya mengenalnya. Tapi, ia begitu mempesona, justru ketika telah tiada.
Nenek memang pribadi yang sunyi. Menghindari banyak berkata — di kemudian hari saya menyadari jika kata pun kelak menuntut pertanggungjawaban — hubungan kami tak sehangat cucu-nenek yang dihiasi dongeng. Saya, bahkan, pernah sangat kecewa: mudik di kala liburan, ia dengan rekan sebayanya mengasingkan diri, di balik rentangan kain putih. Saya hanya bisa menemuinya di sungai, saat ia mengambil wudhu. Itupun sejenak, ia sekadar menanyakan, ”kapan kamu datang?” Read the rest of this entry »
Originally posted 2007-03-27 12:29:17.