Reading time: 1 – 2 minutes
Umurnya paling tua 12 tahun. Matanya yang lebar, bulu matanya yang lentik dan kulitnya yang putih pasti membuat kalian tidak percaya kalau dia orang asli Buru. Nama gadis kecil itu Nonce Nurlatu. Pertama ku bertemunya di rumah sakit umum Ambon. Mata indahnya dipenuhi air. Dokter sedang membersihkan luka di perutnya. Benang-benang hitam berderet di sebelah kanan pusarnya, berpegangan erat berusaha sekuat tenaga menyatukan kulit yang menganga.
Sekitar dua bulan sebelumnya, terjadi perang suku di kampungnya yang bernama Italahin. 9 orang telah menjadi korban. Mati ditombak atau dibacok parang. Dia sendiri terk ena tombak di perutnya. Untung waktu itu tangannya yang kurus mengalasi perut. Tombak itu menembus tangannya dan terus melesak ke perutnya. (perang ini merupakan perang turun temurun antara 2 marga, sejak jaman bahulak, Nurlatu dan Latbual memang sudah saling menanam dendam. Mata balas mata, nyawa balas nyawa. Membunuh lebih banyak lawan menjadi suatu prestasi. Kedua keluarga besar ini berlomba untuk mengejar prestasi …. bunuh lawan sebanyak mungkin. Konon masalahnya sederhana saja : pembayaran mas kawin yang belum lunas…) Read the rest of this entry »
Originally posted 2006-12-22 09:48:59.