Reading time: < 1 minute
Bapak sering bercerita tentang kehidupan masa mudanya yang miskin, yatim piatu dan penuh kesulitan tapi juga penuh berkat. Salah satu cerita bapakku yang berkesan bagiku sewaktu bapak masih muda.
Saat itu Bapakku belum mengenal Yesus. Bapakku berencana ingin menjual rumahnya karena kesulitan ekonomi. Tapi susah betul mencari pembeli, berhubung rumah yang mau dijual kondisinya enggak bagus dan di daerah kumuh, dan promosinya juga cuman dari mulut ke mulut. Setelah sekian lama, suatu hari ibuku menerima seorang tamu wanita yang berminat untuk membeli rumah itu. Saking gembiranya, ibuku lupa menanyakan nama dan tempat tinggal wanita itu. Saat bapakku pulang kerja, ibuku menyampaikan berita suka cita ini, tapi duh..... sayang sekali ibuku tidak tahu nama dan tempat tinggal si wanita, yang diingat ibuku hanya wanita itu mempunyai 'tai lalat' di pipinya.
Read the rest of this entry »
Originally posted 2009-11-17 08:52:55.


