Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2 other subscribers

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Hadiah Jake

Posted by admin On May - 24 - 2011  Email This Post Email This Post    | 

This post has already been read 5065 times!

Bill seorang yang besar, aneh, dan sederhana. Dia berpakaian janggal, dengan pakaian yang tidak pas. Ada beberapa teman yang berpikir pintar bila mengejeknya. Suatu hari, seorang teman melihat sobekan kecil di kemejanya dan memberikan sobekan kecil lagi. Pekerja pabrik yang lain menambahkan sedikit sobekan lagi dan tidak lama sobekannya seperti pita yang terjuntai.

Bill meneruskan kerjanya, dan ketika dia berjalan terlalu dekat dengan ban yang bergerak, sobekan kemejanya tersangkut di mesin. Dalam waktu singkat; lengan baju dan Bill berada dalam kesulitan. Alarm berbunyi, tombol-tombol ditarik, dan masalah terhindar. Tetapi mandor menyadari apa yang terjadi, memanggil para pekerja dan menceritakan kisah ini: Ketika saya masih muda, saya bekerja di sebuah pabrik kecil. Di sana saya pertama kali bertemu dengan Mike. Dia berbadan besar dan jenaka, selalu membuat lelucon dan tipuan! . Mike seorang pemimpin. Lalu ada seorang pengikut bernama Pete. Dia selalu bersama dengan Mike.

Dan ada seorang laki-laki bernama Jake. Dia agak lebih tua dari kami, pendiam, tidak berbahaya, dan menyendiri. Dia selalu makan siang sendirian. Dia mengenakan celana bertambal yang sama selama tiga tahun. Dia tidak pernah ikut permainan yang kami mainkan di siang hari, gulat, sepatu kuda, dan sejenisnya. Dia bersikap acuh tak acuh, selalu sendirian di bawah pohon. Jake selalu menjadi sasaran lelucon. Dia sering menemukan katak di kotak makan malamnya atau tikus mati di topinya. Tetapi dia selalu menganggapnya itu lelucon yang bagus.

Lalu suatu musim gugur, Mike cuti beberapa hari untuk pergi berburu. Tentu saja Pete ikut. Dan mereka berjanji pada kami semua jika mereka mendapatkan sesuatu maka mereka akan membawakan kami masing-masing satu bagian. Maka kami sangat senang ketika kami mendengar mereka kembali dan Mike mendapatkan rusa yang sangat besar. Kami mendengar lebih dari itu. Pete tidak pernah bisa menyimpan rahasia dan dia mengatakan kami mempunyai tipuan yang sangat besar untuk Jake. Mike memotong binatang itu dan membungkusnya dengan rapi untuk kami, dan untuk bahan lelucon, dia menyimpan telinga, ekor, dan kukunya. Akan sangat lucu ketika Jake membukanya.

Mike membagikan bungkusannya siang hari. Masing-masing kami menerima bagian yang bagus, membukanya, dan berterima kasih padanya. Bungkusan terbesar disimpannya. Itu untuk Jake. Pete tidak sabar dan Mike kelihatan sangat puas.
Seperti biasa, Jake duduk sendiri; dia berada di sisi yang jauh di sebuah meja yang besar. Mike mendorong bungkusan itu sehingga dia dapat meraihnya, dan kami semua duduk menunggu. Jake tidak pernah berkata banyak. Anda mungkin tidak tahu berapa kira-kira percakapan yang dibuatnya.

Jake memegang bungkusan itu dengan erat dan bangk! it dengan pelan. Dia tersenyum lebar pada Mike dan kemudian kami memperhatikan matanya berkilau. Jakunnya naik turun sejenak dan kemudian dia dapat mengendalikan dirinya.

“Aku tahu kau tidak pernah melupakan aku,” dia berterima kasih. “Aku tahu kau akan datang ! Kau berbadan besar dan suka bercanda, tapi aku tahu kau memiliki hati yang baik.” Dia menelan ludah lagi dan kemudian berkata pada kami. “Aku tahu aku tidak terlalu akrab dengan kalian, tapi aku tidak pernah bermaksud kasar. Kau tahu aku mempunyai sembilan anak di rumah dan seorang istri yang sakit-sudah empat tahun terbaring. Dia tidak membaik. Dan kadang-kala ketika keadaannya memburuk, aku harus merawatnya sepanjang malam. Sebagian besar gajiku untuk pergi ke dokter dan membeli obat. Anak-anak mengerjakan semua yang mereka bisa lakukan, tapi kadang kami tidak cukup makan. Mungkin kalian berpikir lucu ketika aku makan malam sendirian. Aku agak malu k! arena aku tidak selalu mempunyai sesuatu di antara roti isiku. Atau seperti hari ini, mungkin hanya ada lobak kasar di kotakku. Tapi aku ingin kalian tahu kalau daging ini sangat berarti untukku. M ungkin lebih dari setiap orang di sini karena malam ini anak-anakku…” dia menyeka air matanya dengan punggung tangannya. “…malam ini anak-anakku akan mempunyai…”

Dia menarik ikatannya. Kami memandang Jake dengan sungguh-sungguh sehingga kami tidak memperhatikan Pete dan Mike. Tetapi kami semua melihat mereka sekarang karena mereka merebut bungkusan itu. Tetapi mereka terlambat, Jake telah membuka bungkusnya dan sudah melihat hadiahnya. Dia memeriksa setiap kuku, setiap telinga, dan kemudian dia memegang ekornya yang bergoyang lemas. Seharusnya menjadi lelucon yang sangat lucu, tapi tidak ada yang tertawa sama sekali. Tetapi bagian tersulit adalah ketika Jake memandang dan berkata, “Terima Kasih,” dan mencoba tersenyum.

Dengan diam semua orang maju membawa bungkusan mereka dan meletakkannya di depan Jake karena mereka menyadari betapa hadiah kecil mereka mempunyai arti yang sangat besar bagi Jake …sampai sekarang.

Kemudian mandor itu menyelesaikan ceritanya dengan meninggalkan para pekerja. Dia tidak perlu berkata lagi; tetapi sangat puas melihat setiap orang membagi makan siangnya dengan Bill dan salah satu teman bahkan melepaskan kemejanya dan memberikannya kepada Bill.

Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati. (I Peter 3: 8)

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Leave a Reply