Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

Archive for May, 2011

Lukisan Kedamaian

Posted by momoy On May - 18 - 2011ADD COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah
kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman
dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja
berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan
yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di
antara keduanya. Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-10-22 09:10:02.

Pertolongan Tepat Waktu

Posted by admin On May - 17 - 2011ADD COMMENTS

Reading time: 5 – 8 minutes

Ayat bacaan: Pengkotbah 3:11
=====================
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya..”

pertolongan tepat waktuKita selalu menantikan turunnya berkat Tuhan dalam pekerjaan kita. Tidak ada orang yang ingin statis, semuanya ingin mengalami peningkatan dalam pencapaian mereka. Tapi seringkali sebuah peningkatan tidak mengarah kepada kehidupan yang lebih santai. Justru peningkatan membuat kita harus bekerja lebih dari biasanya. Lebih keras, lebih lama dan lebih sulit. Itu akan menyertai sebuah peningkatan karir atau usaha kita. Dan masalah baru pun akan muncul disini. Dulu pekerjaan kita mungkin masih rendah, di saat seperti itu kerja relatif ringan dan kita pun meminta Tuhan memberkati kita dengan peningkatan. Tetapi ketika peningkatan hadir, kita menjadi tidak punya cukup waktu untuk melakukan semuanya. Pekerjaan menyita sebagian besar waktu kita. Jangankan untuk keluarga, untuk tidur pun kita sudah sulit mendapatkan waktu yang cukup. Itulah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Selama ini saya masih sanggup melakukan pekerjaan redaksional dan mempublikasikannya sendirian, tetapi seiring peningkatan yang terjadi, saya merasa kelabakan karena tidak lagi punya cukup waktu. Istri saya sempat protes karena saya tidak lagi punya waktu untuk dibagikan bersamanya. Saya sempat bingung. Di satu sisi saya harus mensyukuri peningkatan yang terjadi dengan bekerja lebih giat sebaik-baiknya, tapi di sisi lain saya tidak lagi punya waktu luang untuk istri bahkan untuk diri saya sendiri. Saya mengalami kesulitan untuk melakukan semuanya dan memuaskan semua pihak sepenuhnya. Tapi lihatlah bagaimana luar biasanya Tuhan. Dalam keadaan genting seperti itu, tidak disangka-sangka Tuhan memberikan pertolongannya yang ajaib. Out of nowhere, seorang pemuda mendatangi saya dan menyatakan keinginannya untuk bergabung. Apa yang sanggup ia lakukan ternyata tepat seperti apa yang saya butuhkan. Saya tidak tahu bagaimana Tuhan bisa menggiringnya untuk mendatangi saya, tetapi itulah tepatnya yang terjadi. Saat ini bukan hanya satu orang, tetapi Tuhan ternyata menggiring tiga orang sekaligus untuk membantu saya melakukan tugas-tugas yang menumpuk sebagai konsekuensi dari berkat yang Tuhan berikan atas pekerjaan saya. Bayangkan Tuhan memberikan tiga orang dengan kemampuan masing-masing yang tepat seperti apa yang saya butuhkan. Tuhan luar biasa baiknya. Dia tahu batas kemampuan kita, dan ketika kita sudah sampai di penghujung kesanggupan kita, Tuhan pun segera memberikan pertolongannya tanpa disangka-sangka, sebuah pertolongan tepat waktu.

Hal ini menggenapi sebuah ayat yang sudah tidak asing lagi bagi kita. “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. (Pengkotbah 3:11). He has made everything beautiful in its time. Apa yang Tuhan akan buat? Segala sesuatu yang indah. Kapan? Tepat pada waktunya. Itu janji Tuhan yang baru saja saya alami dengan sangat ajaib. Sebagai manusia kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi di depan, dalam lanjutan ayat ini dikatakan “Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Tetapi inginkanlah saya mengatakan ini: Iman yang dengan setia menanti-nantikan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Keyakinan penuh akan turunnya pertolongan Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Pada waktunya, sebuah pertolongan tepat waktu akan turun sebagai pemenuhan janji Allah kepada kita.

Paulus pernah mengalami problema dalam pelayanannya. Apa yang ia lakukan setelah bertobat selalu membawa resiko terhadap keselamatan nyawanya. Bagaikan diberi duri dalam daging, begitulah yang ia rasakan. Maka Paulus pun sempat tiga kali berdoa kepada Tuhan agar utusan iblis itu mundur darinya. Tetapi apa reaksi Tuhan? Ayat berikutnya mengatakan “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9). Kasih karunia Tuhan, sadar atau tidak, akan selalu cukup bagi kita, meski saat ini mungkin kita belum melihatnya. Mengapa? Sebab justru disanalah kita bisa mengalami keajaiban kuasa Tuhan. Ketika kita menghadapi situasi yang sepertinya tidak lagi bisa diatasi, ketika kita sampai pada batas kemampuan kita, disanalah kuasa Tuhan justru menjadi sempurna. Tuhan memang luar biasa baik. Dia memberkati kita untuk mengalami peningkatan, dan ketika kita sampai kepada penghujung dari kesanggupan kita, Dia memberi pertolonganNya yang ajaib, yang tidak terpikirkan secara logika oleh kita, dan itu akan selalu hadir tepat pada waktunya.

Menantikan Tuhan untuk mengulurkan pertolongan tidak akan pernah sia-sia. Dia akan selalu hadir tepat waktu untuk menolong siapapun yang selalu dengan tekun menantikanNya. Pemazmur menuliskan “Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.” (Mazmur 104:27). Dan kepada orang-orang yang menantikan dan menggantungkan harapannya pada Tuhan, inilah yang terjadi “Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.” (ay 28). Kenyang oleh kebaikan. Filled with good things. Itu disediakan kepada orang yang menantikan dan menggantungkan harapan pada Tuhan. Dalam kitab Yesaya kita juga bisa melihat apa yang akan diperoleh oleh orang yang menanti-nantikan Tuhan. “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31). Lihatlah bahwa pertolongan Tuhan sanggup mengatasi segala permasalahan dan keterbatasan kita. Selalu ada pemulihan dan pertolongan dari Tuhan yang akan memberikan kekuatan baru bagi kita. Tuhan tidak akan pernah terlambat dalam mengulurkan tanganNya kepada setiap anakNya yang berpegang teguh dan dengan setia terus menantikanNya.

Apa yang saya alami melalui hadirnya 3 orang yang dikirimkan Tuhan kepada saya sungguh membuat saya bisa bernafas lega. Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa bakal ada 3 orang dengan kemampuan masing-masing tiba-tiba datang kepada saya dan menjawab dengan tepat permasalahan yang sedang saya alami. Tapi begitulah baiknya Tuhan. Tepat seperti apa yang dijanjikanNya, “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9), itulah yang saya alami secara nyata. Yang saya tahu sejak awal adalah tidak akan pernah sia-sia berharap dan menantikanNya. Yang saya tahu hanyalah berusaha melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Tuhan akan tahu dimana batas kemampuan saya, dan ketika saya sudah sampai pada titik dimana saya tidak sanggup lagi, tepat pada waktunya Dia akan mengulurkan pertolongan. Mungkin ada di antara teman-teman yang saat ini tengah mengalami pergumulan dengan terbatasnya kemampuan anda dalam melakukan sesuatu. Janganlah putus asa. Percayalah kepada Tuhan, terus bertekun menantikanNya, dan pada suatu ketika anda akan kaget melihat bagaimana Tuhan menjawab kebutuhan anda dengan ajaib. Dan itu akan datang tepat pada waktunya.

Tekun menantikan Tuhan tidak akan pernah sia-sia

follow us on twitter: http://twitter.com/henlia

Originally posted 2010-11-13 01:30:46.

Mawar Berduri

Posted by admin On May - 17 - 2011ADD COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.

Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-02-02 09:27:32.

Setelah Kau Menikahiku (Bagian II)

Posted by admin On May - 16 - 2011ADD COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Tiga hari pertamaku sebagai istri Idan-simulasi-kulewatkan di rumahku sendiri. Tiga hari berikutnya dilewatkan di rumah Idan, karena kondisiibunya yang memang telah sangat lama sakit, memburuk; mungkin karena ketegangan yang disebabkan persiapan acara pernikahanku dengan Idan. Pada hari ketujuh kami pindah ke rumah milik Idan sendiri. Dan setelah seharian menata perabotan, memasang tirai dan beragam pajangan, malam itu kami lewati dengan tidur. Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-02-14 07:52:33.

Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali

Posted by admin On May - 16 - 20114 COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku.

Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-03-09 09:24:16.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.