Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2 other subscribers

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

TANGGAPAN KITA

Posted by admin On July - 15 - 2011  Email This Post Email This Post    | 

This post has already been read 4020 times!

October 18, 2006

God Put You In My Way

READ: Luke 10:30-37

He, wanting to justify himself, said to Jesus, “And who is my neighbor?” —Luke 10:29

In the movie The Four Feathers, Harry Faversham left England in the 1880s to search for his friends in the King’s army in the Sudan. In his quest, Harry got lost and was near death in the vast deserts of Africa. Then, as his life was ebbing away, he was rescued by an African, Abou Fatma, who cared for him.

Stunned by the man’s kindness to a stranger, Harry asked why his new friend had done so much for him. Fatma’s response was direct: “God put you in my way!”

In the parable of the Good Samaritan, a priest and a religious scholar, whose calling was to help the downtrodden, ignored the need of a fallen traveler who had been left to die on the Jericho Road. A hated Samaritan, however, gave his time and resources to help the hurting man, displaying Christ’s compassion. He bandaged his wounds, brought him to an inn, “and took care of him” (Luke 10:34). The ravaged man had been put in the way of all three travelers, but only the Samaritan responded.

As we move through life, we are challenged to respond to the needs of people. We will either show them Christ’s love or be indifferent. How will we respond to those God chooses to put in our way? —Bill Crowder

Lord, I need Your help even to see the needs of people
around me and then to know how to care for them.
Give me a heart of compassion like Yours and
opportunities to express Your love.

Compassion never goes out of fashion.

Rabu, 18 Oktober 2006

Bacaan Setahun : Yesaya 53-55; 2Tesalonika 1
Nats : Untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus, “Dan siapakah sesamaku manusia?” (Lukas 10:29)

TANGGAPAN KITA
Bacaan : Lukas 10:30-37
Dalam film The Four Feathers, Harry Faversham meninggalkan Inggris pada tahun 1880-an untuk mencari teman-temannya di angkatan bersenjata kerajaan di Sudan. Dalam perjalanannya, Harry tersesat dan hampir mati di padang gurun yang sangat luas di Afrika. Saat nyawanya hampir melayang, ia diselamatkan oleh seorang warga Afrika bernama Abou Fatma yang kemudian merawatnya.

Karena terheran-heran oleh kebaikan orang tersebut pada orang asing, Harry bertanya kenapa teman barunya mau melakukan semua itu untuknya. Fatma menjawab dengan segera, “Allah membawamu kepadaku!”

Dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati, seorang imam dan seorang Lewi, yang sebenarnya memiliki panggilan untuk membantu mereka yang kesusahan, membiarkan begitu saja pengelana yang terkapar hampir mati di jalan menuju Yerikho. Walaupun orang Samaria termasuk golongan yang dibenci, ia justru memberikan waktu dan sebagian hartanya untuk membantu orang yang terluka itu. Hal itu mencerminkan belas kasih Kristus. Orang Samaria itu membebat luka-lukanya, membawanya ke penginapan, “dan merawatnya” (Lukas 10:34). Orang yang dirampok itu berada di jalur kehidupan ketiga orang yang melaluinya, tetapi hanya orang Samaria yang menanggapinya.

Saat kita menjalani hidup, kita ditantang untuk tanggap terhadap kebutuhan orang lain. Kita dapat menunjukkan kasih Kristus kepada mereka atau justru mengabaikannya. Bagaimana kita akan menanggapi pilihan-pilihan yang diberikan Allah dalam hidup kita? -WEC

BELAS KASIHAN TIDAK AKAN PERNAH LEKANG OLEH WAKTU

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Leave a Reply