Reading time: < 1 minute
Entah sudah berapa lama Rani menyimpan perasaannya sendiri. Adi, suami yang menikahinya setahun lalu sama sekali tidak tahu. Rani sendiri bingung, mengapa sampai saat ini ia merasa belum bisa ‘menerima secara penuh’ Adi sebagai suami. Padahal dulu ketika Adi ‘ditawarkan’ oleh Tika, sahabat dekatnya, ia dengan yakin bisa menerima Adi walaupun belum pernah kenal sebelumnya. Tetapi sekarang? Malah Rani jadi lebih sering teringat kepada Rudi, seseorang yang pernah mengisi hatinya sebelum ia memutuskan memaki busana muslimah. Rudi lebih tampan, lebih ekspresif dalam menunjukkan perasaannya, dan ini yang jauh perbedaannya dengan Adi, penghasilannya sebagai manajer sebuah perusahaan swasta jauh lebih besar dari penghasilan Adi yang bekerja sebagai dosen. Read the rest of this entry »
Originally posted 2007-01-11 15:11:22.


