Reading time: 1 – 2 minutes
Ada seorang ibu yang rajin mengikuti persekutuan, membaca Firman Allah, terlibat pelayanan dan berbudi luhur. Tapi sayang suaminya bukan tipe suami idaman setiap wanita, seorang yang suka berselingkuh dan mencari kesenangan duniawi. Setiap kali suaminya pulang malam dan mabuk-mabukan, ibu ini selalu membukakan pintu dan melayaninya dengan sabar. Suaminya berpikir ia adalah seorang wanita bodoh yang tidak tahu kalau sedang dibohongi dengan alasan rapat atau keperluan kantor. Ibu ini sebenarnya bukan tidak tahu kalau sedang ditipu oleh suaminya. Hal ini tidak lalu membuatnya ngambek kepada Tuhan dan tidak mau mengikuti Tuhan lagi. Tapi ia selalu bersimpuh di kaki Tuhan sambil menangis dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Ia juga selalu mendoakan suaminya itu, berharap suatu hari nanti Tuhan akan mengubahnya menjadi orang yang baik, takut akan Tuhan dan tentu saja menjadi suami yang baik lagi. Read the rest of this entry »
Originally posted 2006-12-25 08:49:29.




ketetapan itu disebutkan bahwa setiap orang yang dalam 30 hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa. Meski Daniel sudah mengetahui hal itu, “tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti biasa dilakukannya” (Daniel 6:11). Empat kata terakhir menjelaskan semuanya. Doa Daniel yang dipanjatkan saat berada dalam keadaan bahaya itu justru menunjukkan ketaatannya yang tak pernah goyah kepada Allah.