Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1 other subscriber

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

“KAPAN HIDUP MANUSIA DIMULAI?”

Posted by admin On July - 22 - 2012  Email This Post Email This Post    | 

This post has already been read 2880 times!

Pelbagai agama mempunyai pandangan berbeda mengenai kapan kehidupan dimulai:

Hari ke-1:
Pembuahan – sperma bertemu sel telur
– Umat Katolik berpendapat, kehidupan dimulai saat konsepsi. Bagi mereka penggunaan   embrio untuk stem cell (sel tunas) sama saja dengan merusak kehidupan seorang   manusia.
– Penganut Sikh juga menganggap kehidupan berawal saat konsepsi. Karenanya   mengambil sel tunas dari embrio sama dengan melakukan pembunuhan.

Hari ke-2:
Sel membelah menjadi empat.

Hari ke-5:
Blastosis
– Kelompok sel berdiferensiasi/memisah menjadi dua lapisan membentuk plasenta
(ari-ari) dan embrio

Hari ke-14:
Pembentukan lapisan sederhana
– Lapisan sederhana ini merupakan cikal bakal system saraf janin. Hal ini juga   merupakan tanda dimulainya diferensiasi atau pemisahan sel untuk membentuk   pelbagai jaringan dan organ tubuh.
– Biothics Advisory Committee (Komite Penasihat Bioetik) Singapura menyatakan, hanya   embrio yang berusia kurang dari 14 hari yang boleh digunakan untuk sel tunas.

Hari ke-40:
– Kelompok Yahudi berpendapat embrio yang berusia kurang dari 40 hari belum dianggap   sebagai manusia seutuhnya. Namun, pendapat ini masih diperdebatkan di kalangan   mereka.

Hari ke-49:
– Pemeluk agama Buddha mendukung penelitian menggunakan sel tunas jika tujuannya   untuk menolong dan bermanfaat bagi manusia. Bagi mereka embrio baru menunjukkan   suatu “kesadaran” setelah minggu ketujuh atau 49 hari.

Empat Bulan:
– Ulama Islam berpandangan kehidupan manusia dimulai setelah embrio berusia empat    bulan, yaitu saat roh ditiupkan ke janin.

(Diambil dari Kompas, 8 Agustus 2002)

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Leave a Reply