Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1 other subscriber

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Gelisah

Posted by admin On June - 22 - 2015  Email This Post Email This Post    | 

This post has already been read 3425 times!

Ayat bacaan: 1 Petrus 5:7
===================
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

gelisah, cemas, khawatir, takutPernahkah anda merasa gelisah dan cemas akan sesuatu? Jika pernah, tentu anda mengetahui betapa tidak enak rasanya ketika dihantui perasaan seperti itu. Makan tidak enak, tidur tak tenang, atau malah tidak ingin makan lagi dan tidak bisa tidur sama sekali. Berkeringat dingin dan mungkin ada pula yang mulai merasa mulas di perutnya karena merasa sangat gelisah. Hidup tidaklah mudah. Setiap saat kita bisa berhadapan dengan permasalahan yang akan membawa kita masuk ke dalam perasaan takut. Ketika persediaan dana menipis, ketika di kantor sedang ada pengerampingan jumlah karyawan, ketika krisis mulai terasa memberatkan hidup, ketika hidup terasa mulai berjalan semakin jauh dari yang kita impikan, ketika kondisi tubuh mulai terasa semakin lemah dan banyak lagi contoh hal yang bisa membuat kita merasa cemas, gelisah, khawatir, takut dan sejenisnya. Dan parahnya, sisi ini bisa menjadi celah yang sangat digemari iblis untuk membuat iman kita menjadi goyah. Iblis bisa berpesta dalam setiap kegelisahan dan kecemasan kita.

Sebenarnya tidak ada alasan bagi anak-anak Tuhan untuk merasakan hal-hal negatif seperti itu. Memang kita hidup di dunia yang sama, tetapi Tuhan sudah mengingatkan kita berulang kali untuk tidak merasa demikian. Lihatlah apa yang difirmankan Tuhan lewat Petrus berikut: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Ayat ini berbunyi singkat, padat dan jelas. Perhatikan Tuhan menyatakan bahwa kita harus menyerahkan SEMUA kekhawatiran kita. Segalanya. Bukan setengah, bukan sepertiga, bukan 90%, tetapi semuanya. Dalam bahasa Inggris kata kekhawatiran dirinci secara lebih jauh: “all your anxieties, all your worries, all your concerns, once and for all”. Semua ketakutan, kecemasan, kegelisahan, ketidaktenangan, segala yang membebani pikiran, sekali untuk selamanya. Mengapa kita boleh menyerahkan semua itu kepada Tuhan dan kemudian terbebas dari rasa-rasa negatif tersebut? Jawabannya pun jelas: sebab Tuhanlah yang memelihara kita. Bukan orang lain, bukan harta benda, bukan apapun yang ada di dunia ini, tetapi Tuhan sendiri. Dan kita tahu Tuhan punya kuasa yang tertinggi di atas segala-galanya yang ada.

Rasa khawatir bukan saja membuat kita tidak bisa maju, tetapi bisa pula menenggelamkan kita. Lihatlah sebuah contoh ketika Petrus berjalan di atas air. Pada mulanya imannya membuatnya mampu melewati batas logika dan kemampuan manusia. Ia bisa berjalan di atas air! (Matius 14:29). Tetapi apa yang terjadi selanjutnya? Petrus mulai merasa takut ketika angin mulai menerpa dirinya. Ketika rasa takut itu menguasai dirinya, imannya mulai goyah, lalu ia pun kemudian mulai tenggelam. (ay 30). Perhatikanlah, hal seperti ini sering terjadi bagi kita. Ketika masalah mulai datang menerpa dari segala arah seperti angin yang menerpa Petrus, kita pun bertindak sama sepertinya, membiarkan terpaan masalah itu menguasai kita dan menggantikan keyakinan kita kepada Tuhan. We tend to let our worries overcome us. Dan di saat itu terjadi, kita pun tenggelam. Apa tanggapan Yesus akan hal ini? Perhatikan ayat berikut: “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (ay 31). Dari ayat ini kita bisa melihat dengan jelas bahwa tenggelamnya kita bukanlah karena angin yang menerpa, tetapi karena kebimbangan kita. Kabar baiknya, dari ayat yang sama kita melihat pula bahwa Yesus mengulurkan tanganNya. Dia tidak membiarkan kita tenggelam dalam ketakutan-ketakutan kita. Dia mengulurkan tanganNya, siap mengangkat kita keluar. Dia siap untuk memerdekakan kita dari segala hal yang negatif, termasuk di dalamnya merdeka dari kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, kebimbangan, kegelisahan dan lain-lain.

Kita terbiasa takut terhadap begitu banyak hal, termasuk hari depan kita. Bagaimana kita mencukupi kebutuhan primer kita? Bagaimana hidup kita kelak atau bahkan esok hari? Yesus sudah menjawabnya. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?” (Matius 6:31). Tidak pada tempatnya kita mengkhawatirkan hal-hal seperti itu. Bagaimana bisa? Jawabannya sangat indah:“..Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” (ay 32b). Tuhan yang sangat mengetahui segala kebutuhan kita, Dia tahu semua hal yang memberatkan pikiran kita dan membuat kita khawatir, dan Dia yang penuh kasih akan selalu siap untuk melimpahkan semuanya.

Mengetahui kebenaran, itu akan memerdekakan kita dalam segala hal, termasuk pula merdeka dari segala ketakutan dan kegelisahan yang melingkupi pikiran dan hati kita. Yesus mengungkapkannya seperti ini “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32). Apa yang dimaksud Yesus ini bukanlah kemerdekaan setengah-setengah, ala kadarnya atau hanya berlaku pada satu-dua hal saja. Tetapi janji ini berlaku untuk memerdekakan kita secara menyeluruh, total dan sepenuhnya. Dan itu akan kita peroleh dari Kristus. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (ay 36).

Adakah di antara teman-teman yang saat ini tengah dicekam kegelisahan atau kecemasan sehingga anda tidak bergairah untuk melakukan apapun lagi? Ingatlah bahwa Tuhan sudah meminta kita untuk menyerahkan SEGALA kekhawatiran itu kepadaNya. Lihat bahwa Tuhan tidak menjanjikan untuk mengambil kekhawatiran itu dari kita, melainkan kitalah yang diminta untuk memberikan semua itu kepada Tuhan. Jika anda menyerahkan segala perasaan negatif itu kepada Tuhan, Dia akan segera menggantikannya dengan sukacita. Kita tidak akan perlu memupuk rasa takut itu. Kita punya kesempatan untuk tenang, hidup damai dan penuh sukacita, karena Tuhan yang lebih besar dari segalanya itu, yang siap menerima semua ketakutan kita itu tidaklah jauh dari kita. Dia bahkan tinggal di dalam diri kita. Dia sanggup membuat kita berhasil, lepas dari segala permasalahan dan melimpahi kita dengan berkat-berkatNya. Karena itu lepaskanlah semua kekhawatiran anda, serahkan kepadaNya. Teruslah bertekun dalam keyakinan kepada Tuhan. Dan kita tidak akan perlu merasa cemas lagi.

Rest your worries on God

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Leave a Reply