Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

 Email This Page Email This Page  


Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

67 Responses to “Buku Tamu”

  1. Yeni Eka says:

    gimana ya caranya kl mau konsultasi….????

    –> konsultasi apa yah?

  2. A.H.Rijanto says:

    Terima kasih Henlia, saya telah memperoleh bahan-bahan yang bermanfaat untuk menginspirasi diri saya sendiri dan akan saya bagikan juga pada rekan-rekan sejawat saya.

  3. Mike DJOJO says:

    WOnderful content you have here 😉

  4. Hendiana says:

    terima kasih, saya menemukan berbagi inspirasi disini. sangat bermanfaa. saya sungguh merasa terhormat bila anda mau mengunjungi web saya dan meninggalkan komentar di Buku Tamu. terima kasih

  5. jaja tri harja says:

    bagi2 donk ilmunya, saya lagi test rfid for animal…

  6. doni says:

    keren nih web

  7. leonita says:

    thanks for inspiring me….

  8. echy_cute says:

    saat aku jatuh,,,,, web ini yang memberikan ku harapan….
    untuk bisa lebih dekat dengan Tuhan.
    thankz 4 http://www.henlia.com

  9. AdS says:

    thanks, terima kasih

  10. eny aris hidayat says:

    web ini aku jadikan bahan buat siaran dan buat diri aku sendiri…

  11. eny aris hidayat says:

    web ini kadang aku jadikan bahan siaran dan buat diriku sendiri…

  12. SAYA agak terkejut, ketika seorang saksi sejarah mengatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan terselenggara di Rengasdengklok 16 Agustus 1945 dan oleh karena itu peringatan Hari Kemerdekaan adalah yang di Rengasdengklok dan bukannya pada 17 Agustus 1945 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

    Sekilas, saya menyukai adanya perbedaan karena perbedaan itu adalah rahmat.Tetapi selama masih belum bisa membuktikan secara otentik, maka kita sepakat untuk memilih 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Memang sulit untuk membuktikan apakah sumber-sumber itu otentik atau tidak, karena para pelaku sejarah sudah banyak yang tua-tua, daya ingat mereka sudah turun, bahkan ada yang sudah meninggal dunia.

    Sumber terakhir itu juga mengatakan, Soekarno dan Hatta membacakan proklamsi yang ditulisnya dan menaikkan bendera sang saka merah putih di Rengasdengklok. Ditegaskan, Soekarno setuju saja dengan argumen para pemuda yang mengamankannya ke Rengasdengklok.

    Hal ini bertolakbelakang dari buku yang saya tulis: Dasman Djamaluddin,Butir-butir Padi B.M.Diah (Jakarta:Pustaka Merdeka, 1992), halaman 75-76, sejak semula Bung Karno marah dan memegang batang lehernya serta membuat gerakan seakan-akan menggorok leher. Dengan demikian, ia hendak menunjukkan bahwa ia tidak setuju meskipun disembelih sekali pun.”Biar pun saya digorok, saya tidak akan melakukan Proklamasi,” ujar Bung Karno. Selanjutnya diungkapkan bahwa Bung Hatta setuju dengan sikap Bung Karno.

    Perlu diketahui B.M.Diah yang bukunya saya tulis adalah juga saksi sejarah. Beliau adalah salah seorang saksi sejarah, satu-satunya seorang wartawan yang hadir ketika Bung Karno-Hatta merumuskan proklamasi pada tanggal 16 Agustus 1945 malam di Rumah Maeda (sekarang menjadi Museum Naskah Perumusan Naskah Proklamasi) di jalan Imam Bonjol no.1 Jakarta. Beliau pula yang menyaksikan, Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi setelah ditulis Bung Karno. B.M.Diah berdiri tepat di belakang Sayuti Melik yang sedang mengetik.

    Jadi untuk sementara saya mengatakan, bahwa rumusan naskah proklamasi itu baru diperbincangkan tanggal 16 Agustus 1945 malam di rumah Maeda, bukannya di Rengasdengklok.Kalau sudah diproklamsikan di Rengasdengklok, mengapa Bung Karno dua kali membacakan Proklamasi. Kalau benar (sekali lagi benar), bukankah di dalam hukum berlaku hal-hal yang baru menafikan hal-hal yang lama ? Jadi yang dipergunakan adalah yang baru? Semoga menjadi bahan masukan. Terimakasih (http://dasmandj.blogspot.com)

  13. mony says:

    Thanks for all u info…i loved

  14. aq suka banget ne sama postingan dan tampilan blognya..
    postingannya bagus-bagus smua truz tampilannya keren abizzz…
    bagi-bagi donk ilmunya…

  15. sil says:

    umur saya 23 thn, biasanya saya haid sktar akhir bulan,-+2 mnggu sbl itu sya mengeluarkan cairan sperti kputihan ttapi bwarna coklat.perut juga terkadang suka sakit di bagian sebelah kiri bawah, cairan nya terkadang keluar banyak dan terkadng sedikit bhkan tidak sm sekali. setelah bbrp hr cairan itu brhenti dan sprti sklus biasanya 2 mnggu stlah itu saya haid.apakah itu termasuk gjala2 kanker rahim???

Leave a Reply