Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2 other subscribers

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Archive for the ‘Cerita’ Category

Sehelai Pita Kuning sebagai Tanda Maaf

Posted by admin On September - 17 - 20141 COMMENT

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisahnyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecildi White Oak ,, Georgia , Amerika.

Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik,sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya.

Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Diasering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukulianak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kotabesar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, laludia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupanyang baru.

Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru.Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling,drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu.Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang.

Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Iamenulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Read the rest of this entry »

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Ini adalah cerita sebenarnya ( diceritakan oleh Lu Di dan di edit oleh Lian Shu Xiang )

Sebuah salah pengertian yg mengakibatkan kehancuran sebuah rumah tangga.

Tatkala nilai akhir sebuah kehidupan sudah terbuka, tetapi segalanya sudah terlambat.

Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami, malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini, setelah 2 tahun menikah, saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama . Read the rest of this entry »

Bukan Sekedar Onggokan Daging…

Posted by admin On May - 27 - 20132 COMMENTS

(Diambil dari artikel majalah Get Fresh)

Berikut dibawah ini adalah beberapa penuturan yang disampaikan oleh para dokter berhubung dengan permasalahan seputar aborsi. Biarlah kiranya penuturan-penuturan dibawah ini bisa mengingatkan kita betapapun juga janin-janin itu bukanlah sekedar onggokan daging belaka, tapi manusia yang pada dasarnya memiliki hak hidup.

Read the rest of this entry »

Seorang Penjual Tahu Yang Tunawicara

Posted by admin On March - 15 - 2013ADD COMMENTS


Di suatu sudut di ujung jalan di dalam kota Tie Ling ……hampir setiap pagi atau senja, orang2 akan melihat seorang laki-laki tua dengan perlahan-lahan mendorong gerobak tahu dagangannya .

Dari corong pengeras suara terdengar suara merdu dan jernih seorang gadis. Tahu.. tahu … tahu asin…..!

Tahu… tahu…. , itulah suaraku dan laki-laki tua pedagang tahu itu adalah ayahku. Ayahku adalah seorang tunawicara atau bisu.

Setelah aku berusia duapuluhan, barulah aku mempunyai keberanian untuk menaruh rekaman suaraku di gerobak dorong tahu jualan ayahku untuk menggantikan suara keliningan yang telah dia pergunakan selama puluhan tahun.

Saat aku berusia 2-3 tahun, aku sudah merasakan betapa memalukan mempunyai seorang ayah yang bisu, sehingga dari kecil aku telah membencinya. Saat itu aku melihat anak-anak kecil yang ikut ibunya membeli tahu dagangan ayahku, mereka mengambil lalu lari tanpa membayarnya. Ayahku hanya dapat menjulurkan leher tanpa dapat menyuarakan apapun. Aku tidak seperti kakak sulungku yang langsung mengejar dan memukul anak-anak tersebut . Read the rest of this entry »

Roti Gosong

Posted by admin On November - 12 - 2012ADD COMMENTS

Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Dan suatu malam, setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.

Saya ingat, saat itu menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ!
Read the rest of this entry »