Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2 other subscribers

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Archive for the ‘Cerita’ Category

Maria Merry, seorang wanita asal Palembang. Pada usia 21 tahun, ia dipaksa menikah oleh pria pilihan mamanya. Namun pernikahan itu tidak seperti yang Merry bayangkan. Di dalam kehidupan rumah tangganya, Merry tidak mendapatkan kepuasan dalam hubungan suami istri. Merry sendiri memiliki sifat seorang pemberontak. Jadi terhadap suaminya sendiri ia melawan sehingga percekcokan di dalam rumah tangganya menjadi hal yang biasa terjadi.

Saat anak terakhirnya lahir, Merry mulai mengenal dunia malam. Merry mulai mengenal banyak sekali laki-laki, sampai akhirnya ia menjabat sebagai seorang wanita panggilan yang bisa dibayar. Merry sangat menikmati apa yang dilakukannya saat itu. Ia mendapatkan uang, mendapatkan apa yang ia inginkan. Tipe laki-laki seperti apapun bisa ia dapatkan. Tapi Merry sama sekali tidak mengabaikan tugas rumah tangganya untuk mengurus anak-anak. Read the rest of this entry »

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Waktu

Posted by admin On March - 10 - 2011ADD COMMENTS

Di malam Tahun Baru lalu, sendirian aku merenungi satu pertanyaan: Apakah sang Waktu itu? Berbedakah antara tahun kemarin, hari ini maupun esok? Ataukah semuanya sama saja? Apakah sekedar sebab hobbi atau iseng saja maka manusia menata sang Waktu ke dalam detik-menit-jam-hari-minggu-bulan-tahun-abad dan seterusnya? Atau sebab manusia selalu menginginkan keteraturan, sistimatika dan keseragaman dan untuk itulah maka sang Waktu dipola-polakannya? Lalu, apakah maknanya tahun yang telah lewat, tenggelam dalam sejarah, bagi kita semua? Dan bagaimana pula arah masa depan yang sedang menghadang kita semua? Samar-samar aku merasakan suatu tirai yang aneh menyentuh kesadaranku. Di dalam bukunya yang teramat laris, A Brief History of Time, Stephen W. Hawking bahkan dengan jelas walau njelimet menulis bahwa, secara teori, sang Waktu bisa dibelokkan atau malah dipelintir. Jadi sesungguhnya apakah sang Waktu itu? Read the rest of this entry »

Segitiga

Posted by admin On February - 20 - 2011ADD COMMENTS

Ia berjalan ke arahku dengan ragu-ragu, memandangku dengan tanda tanya besar diwajahnya, lalu ketika tiba didepanku ia menyebut namaku dengan nada tanya, dan aku mengangguk mengiyakan. Ia pun duduk dihadapanku. Aku memperhatikan dirinya dengan seksama, ia cantik, sangat cantik, lekuk tubuhnya sangat sempurna, kulitnya putih bersih, tampak begitu halus terawat demikian pula dengan rambut hitamnya. Sungguh ia memiliki kecantikan yang begitu sempurna sehingga aku sendiri pun tak berani memimpikannya, tak berani memimpikan untuk bisa secantik itu. “ Jadi? Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” Aku bertanya tanpa basa-basi lagi. Ia menatapku serius, menghela nafas panjang, sepertinya mempertimbangkan sesuatu yang berat untuk diucapkan, sebelum akhirnya mengatakan “Suamiku,” sambil menatapku tajam. Read the rest of this entry »

Cerita dari pulau Buru

Posted by admin On January - 31 - 2011ADD COMMENTS

Umurnya paling tua 12 tahun. Matanya yang lebar, bulu matanya yang lentik dan kulitnya yang putih pasti membuat kalian tidak percaya kalau dia orang asli Buru. Nama gadis kecil itu Nonce Nurlatu. Pertama ku bertemunya di rumah sakit umum Ambon. Mata indahnya dipenuhi air. Dokter sedang membersihkan luka di perutnya. Benang-benang hitam berderet di sebelah kanan pusarnya, berpegangan erat berusaha sekuat tenaga menyatukan kulit yang menganga.

Sekitar dua bulan sebelumnya, terjadi perang suku di kampungnya yang bernama Italahin. 9 orang telah menjadi korban. Mati ditombak atau dibacok parang. Dia sendiri terk ena tombak di perutnya. Untung waktu itu tangannya yang kurus mengalasi perut. Tombak itu menembus tangannya dan terus melesak ke perutnya. (perang ini merupakan perang turun temurun antara 2 marga, sejak jaman bahulak, Nurlatu dan Latbual memang sudah saling menanam dendam. Mata balas mata, nyawa balas nyawa. Membunuh lebih banyak lawan menjadi suatu prestasi. Kedua keluarga besar ini berlomba untuk mengejar prestasi …. bunuh lawan sebanyak mungkin. Konon masalahnya sederhana saja : pembayaran mas kawin yang belum lunas…) Read the rest of this entry »

Untitled

Posted by admin On January - 28 - 20113 COMMENTS

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya.Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari.
Read the rest of this entry »