Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Archive for the ‘Kehidupan’ Category

Komunikator Yang Baik

Posted by admin On October - 19 - 2015ADD COMMENTS

BUKALAH TELINGA UNTUK MEMAHAMI, BARU SETELAH ITU BERBICARALAH DENGAN KASIH

Seorang anak laki-laki dan ayah tirinya mengalami kesulitan untuk saling berkomunikasi.

Sang ayah adalah orang yang ramah, sedangkan sang anak pendiam. Sang ayah suka memancing, sedangkan sang anak suka membaca.

Agar bisa lebih dekat dengannya, sang ayah mengajaknya memancing. Sang anak sebetulnya tidak menyukai ajakan tersebut, tetapi ia tidak tahu bagaimana memberi tahu ayahnya secara langsung. Jadi ia menulis di atas secarik kertas bahwa ia ingin pulang. Setelah melihatnya sebentar, sang ayah mengantongi kertas itu. Read the rest of this entry »

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Izinkan aku menciummu Ibu

Posted by admin On September - 27 - 2015ADD COMMENTS

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku “dipaksa” membantunyamemasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Read the rest of this entry »

Kisah Semangkuk Mie

Posted by admin On September - 17 - 2015ADD COMMENTS

Pendahuluan:
kisah nyata yang terjadi pada malam Chu Si ( tahun baru imlek ), sungguh kisah yang mengharukan.

Tanggal 31 bulan Desember lima belas tahun yang lalu, yang juga merupakan malam Chu Si, di sebuah jalan di kota Sapporo, Jepang, ada sebuah toko mie yang bernama “Pei Hai Thing” (Pei = Utara; Hai = Laut; Thing = Kios, toko). Read the rest of this entry »

Putri Kecilku Berlari Menjemput Maut

Posted by admin On September - 3 - 20155 COMMENTS

Ini kisah nyata yang sangat menyentuh hati, dan sebagai pengalaman berharga. Saya membagikannya untuk anda semua, selamat membaca. YB

Putri Kecilku Berlari Menjemput Maut

Semua yang diberikan Tuhan akan kembali kepada-NYA. Jika sudah ditakdirkan, buah hati, anugrah terbesar yang dititipkan Nya untuk dirawat dan dibesarkan, pun bisa terenggut dari tangan orang tuanya. Seperti yang
dialami pasangan M. Denny Abe (32) dan Henna Hennyastuty (30), yang
harus ikhlas melepas kepergian putri pertama mereka, Norifumi Sophie
Rachmania (2 tahun 8 bulan), akibat ditabrak mobil. Berikut ini penuturan Henna,
ibunda Sophie, mengenang masa-masa indah bersama sang buah hati. Read the rest of this entry »

Berbagi cinta dengan orang lain

Posted by admin On July - 21 - 2015ADD COMMENTS

Pada suatu hari, dua teman saya datang menemui saya. Mereka membawa sejumlah besar uang untuk memberi makan kaum papa. Saya bertanya kepada mereka, “Dari mana kalian mendapatkan uang yang begini banyak?”

Mereka menjawab, “Kami menikah dua hari yang lalu, tapi sebelum itu kami
telah memutuskan untuk tidak mengadakan pesta pernikahan yang besar. Sebagai saksi cinta kami satu sama lain, kami ingin membawa uang ini kepada Ibu Teresa.”
Read the rest of this entry »