Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1 other subscriber

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Archive for the ‘Daily Bread’ Category

Hati-Hati Bahaya Mengancam Anda

Posted by admin On April - 19 - 2014ADD COMMENTS
Yesaya 40:11
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 118; 1 Yohanes 2; Yehezkiel 40-41

Jika Anda tinggal di daerah pedesaan, mungkin Anda pernah mendengar tentang hewan ternak yang diganggu oleh hewan liar. Musang adalah salah satu contoh predator yang sering kali membunuh hewan ternak para petani. Musang dikenal licik dan buas, bahkan kandang yang telah dibuat para petani pun seringkali tidak dapat menghalangi mereka.

Dalam kehidupan ini, tanpa sadar kehidupan kita juga terancam oleh pemangsa yang siap mencuri, merampok dan membunuh kehidupan spiritual kita. Yohanes 10:10a berkata, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;.” Pencuri itu adalah iblis yang berkeliling mencari kesempatan di mana kita lengah dan siap diterkamnya. Dia dapat menyelinap kapan saja saat kewaspadaan kita turun dan siap membinasakan kehidupan kita. Ancaman ini serius, namun sedikit dari kita yang menyadarinya.

Jalan keluarnya untuk masalah ini sangat mudah, datanglah pada Yesus, Gembala Agung kita yang siap untuk membela dan melindungi kita dari bahaya. Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;” (Yohanes 10:11). Pastikan Anda terhubung terus dengan Yesus. Jadilah seperti seekor domba yang mengenal suara gembalanya. Karena selama Anda berada di dekat dengan gembala itu, maka bahaya seperti apapun yang mengancam Anda dipastikan aman karena gada-Nya dan tongkat-Nya itu akan melindungi Anda.

Tanpa Yesus, hidup Anda dalam bahaya. Namun di dalam Yesus, Anda dijamin aman hingga ke kekalan.

Renungan terkait…
* Tuhan membebaskan Anda
* Tuhan adalah gembalamu
* Kupu-kupu
* Bagaimana kalau Tuhan punya answering mesin
* Isi pembicaraan kita


Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Empat Cara Menerima Firman Tuhan

Posted by admin On March - 18 - 2014ADD COMMENTS

Bacaan Hari ini :
Yakobus 1:21b (BIS) “Sebab itu, buanglah setiap kebiasaan yang kotor dan jahat. Terimalah dengan rendah hati perkataan yang ditanam oleh Allah di dalam hatimu, sebab perkataan itu mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan kalian.”
__________________________________________

Jika kita akan diberkati oleh Firman Tuhan, kita harus memiliki hati yang siap menerima.
Dijelaskan dalam Alkitab, Firman Tuhan selalu digambarkan dengan benih.
Ketika Yesus mengatakan perumpamaan tentang penabur, Dia berkata, “Firman Allah adalah benih dan itu ditanam di hati kita” (Lukas 8:11-12).

Sekarang, mengapa memungkinkan untuk mengambil dua benih yang persis sama, menanam keduanya di dua lokasi yang berbeda, namun, mendapatkan benih yang satu menghasilkan lebih banyak dari benih yang lain?
Hal ini karena salah satu benih ditanam di tanah yang siap untuk menerima benih dan yang lainnya ditanam di tanah yang tidak siap.
Read the rest of this entry »

MENGGUNAKAN HARTA KARUN

Posted by admin On February - 11 - 2014ADD COMMENTS

October 17, 2006

Tapping The Treasure

READ: Psalm 119:14-24

Open my eyes, that I may see wondrous things from Your law. —Psalm 119:18
 
Stephen May discovered a treasure while teaching literature at the University of Northern Colorado. In the library, he found 150 boxes of letters, manuscripts, journals, outlines, and notes given to the school by James A. Michener. Read the rest of this entry »

Jejak Hati

Posted by admin On February - 7 - 2014ADD COMMENTS

November 22, 2006

Heartprints

READ: Acts 9:36-43

Dorcas . . . was full of good works and charitable deeds. —Acts 9:36
 
We leave fingerprints on doorknobs, on books, on walls, on keyboards. Each person’s fingerprints are unique, so we leave our identity on everything we touch. Some supermarkets are even testing a technology that allows customers to pay by fingerprint. Each customer’s unique print and bank account number are kept on file so that the only thing needed to pay a bill is a scan of their finger. Read the rest of this entry »

Lewat Lagu

Posted by admin On December - 29 - 2013ADD COMMENTS

Ayat bacaan: Ulangan 31:19
====================
“Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.”

lewat laguBagaimana cara menyampaikan protes terhadap tindakan penguasa yang tidak baik? Sebagian besar orang akan memilih cara demonstrasi untuk menyuarakan aspirasinya. Selama melalui prosedur yang benar, sejak masa reformasi di Indonesia demonstrasi sah-sah saja dilakukan oleh siapapun yang ingin menyampaikan suaranya. Tetapi ada sebuah cara yang jauh lebih elegan dan tidak mengganggu banyak orang seperti halnya sebuah demonstrasi di jalan raya, yaitu lewat lagu. Cara ini banyak dipakai oleh para seniman dari masa ke masa. Lihatlah sebuah contoh ketika Amerika memutuskan untuk berperang dengan Vietnam. Sejumlah musisi seperti Bob Dylan kerap menyuarakan protes keras lewat lagu-lagu mereka. Di masa itu tercatat ada begitu banyak lagu yang berisikan keprihatinan sampai perlawanan terhadap keputusan untuk melakukan perang secara militer terhadap sebuah bangsa yang jauh lebih kecil dari Amerika di benua asia. Di negara kita pun demikian. Bentuk protes dan menyuarakan aspirasi banyak tampil lewat lagu, terutama di masa represif dari rezim yang berkuasa beberapa waktu lalu. Sosok seperti Iwan Fals misalnya sering menuliskan bentuk keprihatinan atau satire/sindiran lewat lirik-lirik lagu yang dikemas dengan melodi yang enak di dengar.

Sadar atau tidak, sebuah lagu bisa membawa pengaruh yang besar terhadap manusia. Kita bisa mengajarkan kebaikan, menggugah orang untuk berubah atau bahkan memberkati lewat lagu. Sebaliknya kita bisa mempengaruhi orang akan hal yang buruk atau bahkan memprovokasi orang lewat media yang sama pula. Coba perhatikan sikap kita, seringkali semua itu tergantung dari lagu-lagu seperti apa yang kita dengar. Mulai dari mencari semangat, inspirasi, atau ingin rileks, menenangkan perasaan, atau apapun, kita selalu bisa mendapatkannya dari lagu-lagu.

Tuhan pun tahu bagaimana manusia bisa terpengaruh lewat lagu. Tuhan tahu bahwa lagu bisa menggugah orang secara lebih efektif dibanding teguran langsung lewat perkataan. Lihatlah apa kata Tuhan kepada Musa untuk menggunakan media musik lewat lagu untuk mengingatkan bangsa Israel atas kejahatan mereka. Alih-alih menyuruh Musa memperingatkan mereka lewat pidato/perkataan, Tuhan justru menyuruh Musa untuk menuliskan lagu dan menyanyikannya. “Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.” (Ulangan 31:19). Tuhan tahu bahwa ada kecenderungan manusia untuk terjatuh ke dalam dosa ketika terlena dalam sebuah kemakmuran. Bangsa Israel pada saat itu akan masuk ke tanah yang dijanjikan, sebuah tanah yang berlimpah susu dan madunya, dan jika mereka terlena dalam semua kenikmatan itu, maka akan timbul pula potensi untuk berbuat dosa. Tuhan mengatakannya demikian: “Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka.” (ay 20). Pada saat itu demikian, hingga saat ini pun sama. Betapa seringnya kita terlena ketika kita sedang berada dalam keadaan makmur. Pada saat seperti itu kita bisa lemah, dan akibatnya dosa-dosa akan membuat kita ditimpa malapetaka atau kesusahan setelahnya. Tuhan tidak pernah ingin itu terjadi. Seperti halnya pada masa itu, Musa pun diminta untuk mengingatkan bangsa yang dipimpinnya, dan secara spesifik Tuhan meminta Musa untuk menyampaikannya secara elegan lewat nyanyian. Maka Musa pun menuliskan sebuah nyanyiannya yang bisa kita baca dalam Ulangan 32, sebuah lagu yang dimaksudkan sebagai peringatan yang dirancang untuk menarik perhatian mereka agar jangan melupakan Allah dan kemudian mengarahkan diri mereka ke dalam masalah. “Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka.” (ay 21).

Lagu seringkali sanggup menggugah orang secara elegan. Musik sebagai salah satu ciptaan Tuhan yang terindah ternyata mampu berfungsi jauh lebih banyak daripada sekedar hiburan saja. Sebuah lagu sanggup menyampaikan pesan-pesan yang baik yang bisa menggugah orang untuk berbalik dari kesalahannya seperti pada jaman Musa di atas, bahkan lebih dari itu, kita bisa melihat dalam Alkitab bagaimana puji-pujian sanggup meruntuhkan tembok Yerikho seperti yang tertulis di dalam Yosua 6. Ada kuasa besar di balik puji-pujian, bahkan Daud secara tegas mengatakan bahwa Tuhan bersemayam di atas puji-pujian. (Mazmur 22:4).

God loves music, He can use it as a powerful media to remind us of many things, and we can glorify Him through the songs we sing as well. Jika pada jaman Musa hal seperti itu bisa berlaku, apakah di jaman sekarang hal yang sama masih bisa dijalankan? Tentu saja. Lihatlah bagaimana lagu-lagu rohani sanggup menggugah pendengarnya, memanggil kita kembali kepada kesetiaan kita mula-mula kepada Tuhan yang selalu mengasihi kita dengan setia. Selektiflah memilah-milah lagu, karena seringkali kita akan terbentuk sesuai dengan lagu yang sering kita dengar. Yang jelas, Tuhan selalu siap mengingatkan kita kapan saja agar kita terhindar dari keinginan-keinginan untuk berbuat dosa, dan media musik atau lagu merupakan salah satu media yang bisa Tuhan pergunakan.

Lagu bisa lebih efektif menjangkau kita dibanding perkataan

Follow us on twitter: http://twitter.com/henlia