Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Archive for the ‘Renungan’ Category

Kebenaran Sejati

Posted by admin On October - 31 - 2015ADD COMMENTS

Alkisah ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri yang cantik dan
seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh
sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut.
Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya
kepada anak laki-laki semata wayangnya. Suatu ketika pedagang tersebut pergi
ke luar kota untuk berdagang; anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit
datang merampok desa tempat tinggal mereka. Para penjarah ini merampok habis
harta benda, membakar rumah-rumah, dan bahkan menghabisi hidup penduduk yang
mencoba melawan; rumah sang pedagang pun tak luput dari sasaran. Mereka
bahkan menculik anak laki-laki sang pedagang untuk dijadikan budak.
Read the rest of this entry »

Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Iri Tiada Henti

Posted by admin On October - 17 - 2015ADD COMMENTS

Ada seorang pemecah batu yang melihat seorang kaya. Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi orang kaya. Ketika ia sedang bepergian dengan keretanya, ia harus memberi jalan kepada seorang pejabat. Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.

Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari. Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari. Read the rest of this entry »

Perhatikan tanda-tanda akhir jaman

Posted by admin On October - 9 - 2015ADD COMMENTS

Bacaan Hari ini:
Matius 16:1 “Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.”

————————————–

Ungkapan “tanda-tanda akhir zaman” sebenarnya diciptakan oleh Yesus.
Suatu hari, orang-orang Farisi dan Saduki bersama-sama datang mendekati Yesus, ini suatu hal yang luar biasa dikarenakan kedua kelompok ini tidak akur.
Mereka tidak berbaur.
Mereka tidak bergaul dengan satu sama lain.
Mereka adalah dua kutub yang berlawanan dalam spektrum teologia.

Tapi satu kesamaan yang mereka miliki adalah kebencian terhadap Yesus.
Maka mereka datang kepada-Nya untuk menguji dan menuntut-Nya memberikan sebuah mujizat.
Mereka memang telah melihat banyaknya mujizat yang Yesus buat, seperti mengusir setan, meredakan badai, menyembuhkan ribuan orang sakit, memberi makan orang banyak, dan bahkan membangkitkan orang mati.
Namun mereka masih lancang menuntut-Nya memberi tanda lain.
Menariknya, Injil Markus mengomentari peristiwa ini dengan menceritakan bahwa setelah orang-orang itu mengatakannya kepada Yesus, mengeluhlah Ia dalam hati-Nya. (Markus 8:12)

Dan setelah semua yang Yesus lakukan, setelah semua mujizat yang Dia berikan, mereka masih datang kepada-Nya menuntut tanda lain.
“Tetapi jawab Yesus: ‘Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.’ Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.” (Matius 16:2-4)

Dengan kata lain, “Anda dapat membaca tanda-tanda cuaca. Mengapa Anda tidak bisa membaca tanda-tanda akhir zaman?”

Seberapa sering orang mengkhawatirkan apakah hari ini akan turun hujan, tetapi mereka tidak memberikan satu pun pemikiran yang serius mengenai di mana mereka akan menghabiskan waktu di kekekalan nanti?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Obaja 1; Ibrani 5:11-14
____________________________________

Kita perlu memperhatikan tanda-tanda akhir zaman di sekitar kita supaya kita siap sepenuhnya untuk kedatangan Kristus.
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)

Anjing Pintar

Posted by admin On September - 29 - 2015ADD COMMENTS

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datatng ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi.

Maka, ia menghampiri anjing itu & melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya,” tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini.”

Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar Rp. 100.000,00 disana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan. Read the rest of this entry »

Izinkan aku menciummu Ibu

Posted by admin On September - 27 - 2015ADD COMMENTS

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku “dipaksa” membantunyamemasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Read the rest of this entry »