Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

Archive for the ‘Renungan’ Category

Ciuman seorang anak

Posted by momoy On May - 15 - 2012ADD COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Dulu ada seorang gadis kecil bernama Cindy. Ayah Cindy bekerja enam hari dalam
seminggu, dan sering kali sudah
lelah saat pulang dari kantor. Ibu Cindy bekerja sama kerasnya mengurus keluarga
mereka -memasak, mencuci dan
mengerjakan banyak tugas rumah tangga lainnya. Mereka keluarga baik-baik dan
hidup mereka nyaman. Hanya ada
satu kekurangan, tapi Cindy tidak menyadarinya.
Suatu hari, ketika berusia sembilan tahun, ia menginap dirumah temannya, Debbie,
untuk pertama kalinya. Ketika waktu Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-08-25 10:25:43.

Hati-hati Dengan Keinginan Anda

Posted by momoy On May - 11 - 2012ADD COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Sepanjang hidup kita, kita selalu terbuai oleh keinginan kita, hingga saat dewasa, kita menyadari bahwa hidup ini sungguh sulit, tidak semua keinginan kita yang terkabulkan, kebanyakan terbuang percuma hilang dibalik awan.
Keinginan kita yang membunuh kita,
Hidup adalah penuh kekecewaan.
Mengapa? Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-08-29 14:00:06.

Jika Hidup Ini Adalah Sebidang Tembok

Posted by admin On May - 5 - 2012ADD COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Jika anda anggap hidup ini bagai sebidang tembok, agar kokoh bangunlah dengan batu-batu besar nan kuat. Batu-batu besar itu adalah sesuatu yang berat dipikul, keras di jinjing; sesuatu yang kita perjuangkan atas nama cinta; yang senantiasa kita perjuangkan; sesuatu yang padanya kita rela berkorban, berjerih-jerih, bahkan menukarnya dengan segenap jiwa dan raga. Sesuatu itu bisa berupa keluarga, persahabatan, pekerjaan, atau apa pun yang begitu berharga sehingga kita harus membangunnya kuat-kuat; serta memolesnya indah-indah. Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-04-05 10:22:28.

Tiga Karung Beras

Posted by momoy On May - 1 - 2012ADD COMMENTS

Reading time: 1 – 2 minutes

Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut. Dan kemudian berkata kepada ibunya: ” Ma, Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-05-09 08:22:33.

Sindrom Kodok

Posted by admin On April - 27 - 2012ADD COMMENTS

Reading time: < 1 minute

Ini merupakan hasil nyata percobaan ilmiah di laboratorium yang amat sederhana. Seekor kodok ditest reaksinya dalam menghadapi dua bejana yang berbeda pengkondisian suhu airnya. Bejana A berisi air dengan suhu tetap 70 derajat Celcius. Ke dalam bejana ini, si kodok dicemplungkan begitu saja ke dalam air.

Akibatnya, sang kodok bereaksi cepat sekali dengan langsung melompat ke luar
bejana, menyelamatkan diri.
Read the rest of this entry »

Originally posted 2007-03-12 10:07:51.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.