Spiritual Reflections

Kita tidak melihat hal-hal sebagaimana adanya, kita melihat hal hal itu sebagaimana keadaan kita

  • Selamat Datang


    Anda bisa temukan kisah kehidupan, dalam keluarga, cinta, relijius, motivasi, renungan, kisah dan cerita yang bisa menggetarkan jiwa, memberikan semangat dalam hidup ini serta segala hal yang bisa berarti dalam hidup ini.
    Mungkin karena kesibukan kita sehari-hari hingga kita melupakan sesuatu yang seharusnya tidak kita lupakan, disini mungkin akan anda temukan hal-hal seperti itu.
    Hargailah waktu anda dan berikan yang terbaik untuk diri anda dan orang-orang yang anda cintai. (17/10/2006)

  • Subscribe to Blog via Email

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

  • .

    Click here to Enjoy Reading
  • Categories

Archive for the ‘Lalu Lintas’ Category

Menolak Ajakan Damai Polisi

Posted by admin On April - 11 - 2015ADD COMMENTS

Pada praktek proses tilang, banyak polisi mengharapkan berdamai, baik secara halus maupun terang-terangan (minta dibantu).

Ada beberapa cara untuk menghadapinya.

Menolak Berdamai dengan Dasar Hukum

Kalo lu ditilang di jalan sebenernya ada dua pilihan, form biru dan form
merah
.

  1. Form biru adalah kalo lu terima kesalahan lu (artinya lu gak perlu Berdebat AMA hakim).
    • Dgn form ini lu bayar dendanya di BRI yg ditunjuk.
    • Abis Bayar denda resmi ke BRI, ambil SIM ato STNK yg disita ke kantor Ditlantas POLDA Metro di Pancoran, gedung baru, sebelum Gelael arah Cawang.   Disini Ada ruang khusus loket Tilang, ruang tunggu nyaman Ber-AC, dengan hiburan SateliteTV (norak ya gue)
  2. Form merah artinya lu gak terima kesalahan lu, dan dikasi kesempatan Untuk berdebat ato minta keringanan AMA hakim. Biasanya tanggal sidang adalah maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung Hari sidang Tilang di PN (Pengadilan Negeri) bersangkutan.
    • Oleh polisi, barang sitaan (SIM or STNK) akan disetor Ke kantor
    • Ditlantas pancoran itu sampai dengan H-1 tanggal sidang.
    • Jadi selama masih di pancoran SIM/STNK itu bisa ditebus tanpa sidang ke PN, cukup ke loket yg gue sebutin tadi, serahin form merah, bayar dendanya, SIM/STNK balik dengan sukses.
    • H-1 tgl sidang Dan seterusnya, SIM/STNK udah dikirim ke pengadilan sesuai daerah perkara, jadi kudu ditebus di PN masing2

Menghadiri Sidang banyak alternatif untuk menyelesaikan via calo, tetapi biasanya akan lebih mahal daripada kalau menyelesaikan sendiri:

  1. Sepanjang jalan menuju pengadilan, +- 50-100 m sebelum pengadilan banyak terdapat ‘Calo’ jasa pengurus tilang yang sebenarnya tidak memiliki pengaruh atau efek apapun terhadap pengurusan surat yang ditilang apalagi kemudahannya. Keberadaan mereka ‘Calo’ jangan ditanggapi dan dihargai sama sekali! Karena mereka gampang ngelunjak, emosi dan marah.
  2. Setibanya di PN, begitu parkir udah dikerubuti calo. Parkir kendaraan didalam bangunan pengadilan, ambil tiket parkir pada petugas. Jangan parkir depan tepat dibagian luar pagar pengadilan yg banyak ‘Calo’ juga tukang parkir ‘Preman’ yg memaksa dan berkata “ya.. yak..parkir disini.. Disini.. Didalam
    tidak bisa!” itu Bohong! mereka menggangu.
  3. Selepas resepsionis tetep aja masih dideketin calo. Kali ini berseragam ijo PN. kata calonya “ibu tunggu aja disini, Rp65.600,- aja. cepet kok selesainya”.
  4. Setelah ditunjukkan ruangan sidangnya, tunggu hakim datang lalu satu2, akan dibacakan nama dan kasusnya hakim langsung akan memberikan putusan soal besarnya denda pembelaan diri bisa dilakukan kalau perlu pembayaran langsung   dilakukan di ruang sidang dan stnk yg ditahan juga langsung dikembalikan saat itu
  5. Selepas sidang ada loket buat ambil sim. Bayar disitu untuk ambil sim. dibilang biayanya rp50.600,- jangan percaya.
    1. Langsung gue sodorin surat tilang ke salah satu petugas sambil ngomong “saya mau ambil berkas ini.”
    2. Sang petugas memeriksa surat tilang gue dan langsung mencari berkas gue ditumpukan yang tepat, dan dalam waktu singkat menemukan berkas yang dicari.
    3. Langsung sim diambil dari berkas itu dan diserahkan ke gue sambil ngomong 45 ribu. Gue kasih 50 ribuan dan dikembalikan 10 rb.
  6. Cek tabel denda untuk tahu denda yang benar
  7. Kalau tidak ada tabel denda, tawar aja atau minta dibuletin.

Tidak Menghadiri Sidang

  1. Kalo pengen hadir sidang, dateng sesuai tanggal sidang yang tertera Di surat Tilang ke PN yg ditunjuk. Tapi ini gak gue saranin. Kenapa ? Karena antreannya luarbiasa banyak, Kita gak punya kesempatan bertemu Hakim, karena sidangnya sebenarnya IN ABSENTIA, Dan banyak banget CALO Yg nawarin bantuan. Mending enggak deh
  2. Lebih baik cuekin aja tanggal sidang, ambil SIM/STNK terserah elu di Hari lain, hindari Hari sidang tilang biar gak rame, terus langsung tuju Loket khusus Tilang yang Ada di masing2 PN.
  3. Tunjukin form merahnya, Dalam 5 menit SIM/STNK udah di tangan elu dengan bayar denda resmi.
  4. Sebelumnya cermati berapa denda resminya, biar gak dilebih2in AMA Petugasnya. Contoh nih, gue tahu Denda masuk jalur cepat (gue naik motor) Rp.15000, petugasnya bilang Rp.25600, dikasi angka 600 seolah2 itu perhitungan rumus2 njelimet, Padahal akal2an aja biar Ada yg masuk kantong dia. Gue kasi uang bulet 15.000 dia diem aja kok..hehe

Intinya:

  • jangan takut kalo kena tilang.
  • jangan sekali2 damai AMA polisi di Jalanan, tilang mah tilang aja,
  • jangan percaya kalau ditakut2i polisi soal denda 1jt.
  • jangan pernah mau kalau polisi nyuruh ambil sim di kantor, kayaknya cuma bakal ada cerita tawar-menawar disana.
  • jangan percaya kalau polisi bilang sidangnya jam 10. (soalnya loketnya udah buka dari pagi)
  • mengenai sidang:
    • jangan takut ikut sidang tilang.
      • (sidangnya sendiri non-existance)
      • Pengadilan itu malah lucu
      • Makan di pengadilan mahal
      • Banyak supporter gadungan..gak usah takut (teman2x terdakwa)
    • gak usah sidang kalo gak pengen bete, cuekin calo2 yg nawarin bantuan
  • jangan mau pake calo.
  • bayar Denda sesuai tarif resmi.
  • kalau mau iseng, coba tawar. jangan percaya sama pecahan 600perak dst. itu buat memberi kesan bahwa dendanya uang pas. bahkan harusnya sih kalo gak salah cuma 35rb.
  • buat yang dateng telat lalu kaget karena “sidangnya sudah selesai” biasanya akan mendapat “tawaran bantuan” dari pegawai situ, yang katanya “bisa membantu menyelesaikan”. padahal sebenernya kita bisa menyelesaikan sendiri

Menolak Berdamai dengan Nepotisme

  • Saat tawaran damai muncul, tantanglah polisi untuk memberikan data-data dirinya yang lengkap, yaitu nama, kesatuan, resor, dsb.
  • Ambil telepon genggam dan katakan bahwa anda akan menelepon pejabat tinggi kepolisian yang kebetulan adalah paman anda
  • Seharusnya si polisi pada titik ini sudah ketakutan, dan anda dapat melanjutkan dengan prosedur resmi di atas
Yahoo MessengerWhatsAppLineBlogger PostDiggGoogle GmailLinkedInFacebookPlurkTwitterGoogle+FlipboardKakaoPrintInstapaperShare/Bookmark

Kalau Ditilang, Minta aja Slip Biru

Posted by momoy On September - 3 - 20132 COMMENTS

Info for you guys! Semoga bermanfaat.. .

Guys… Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja Slip Biru. Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru. Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum. Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kita akan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat. Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagi calo2 yang bejibun. Tetapi kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga salah). Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. Misalnya, kita ditilang di Perempatan Mampang-Kuningan, kita tinggal ambil SIM kita di Polsek Mampang. Dan denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya itu tidak melebihi Rp. 50.000,- dan dananya Resmi, masuk ke Kas Negara. Jadi, kalau ada Polantas yang sampe minta undertable Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000,- Biasanya di Bunderan HI arah Imam Bonjol tuh, (sorry) but it’s Bu**S**t! Masuk kantong sendiri. Read the rest of this entry »

Empat Skenario

Posted by admin On May - 15 - 2011ADD COMMENTS

Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi.
Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.
Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.
Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.
Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Read the rest of this entry »

Balada Pengendara Roda Dua

Posted by admin On January - 23 - 20075 COMMENTS

Sebuah Intermezzo aja ….
Tanpa bermaksud utk mendiskreditkan pihak2 tertentu …
Kalo ada yg tidak berkenan mohon dimaafkan kekhilafan saya …

Salam hangat dan jabat erat selalu,
Bowie

Balada Pengendara Roda Dua

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he. Read the rest of this entry »